Memulai Blog di Tahun 2026
Memulai blog itu mudah, tapi mengembangkannya itu yang SULIT.
Jika Anda baru memulai hari ini, penting untuk mengetahuinya: Apakah blogging masih worth it di tahun 2026?
...dan halaman ini, akan memandu Anda untuk memulai blog:
- Menentukan Niche Yang Tepat
- Menentukan CMS Yang Digunakan
- Memilih Nama Domain
- Memilih Server/ Hosting
- dan masih banyak lagi
Mari kita mulai panduan ini.
Menentukan Niche Yang Tepat
Niche adalah topik. Semakin sempit, semakin berpeluang besar untuk mendapat ranking di Google.
Itu adalah narasi yang selalu saja disebutkan.
Anda harus menentukan niche di awal, sebelum menentukan CMS dan Nama domainnya.
Ini yang selalu saya sarankan. Karena, bila anda sudah menentukan niche, maka mudah bagi anda untuk menyesuaikan nama domainnya.
Di era yang modern ini, membuat blog gado-gado sepertinya tidak lagi relevan. Pasalnya, banyak pesaing-pesaing besar yang sudah ada.
Blog, menurut saya menjadi tempat untuk melambangkan kepercayaan.
Jadi, orang-orang akan balik bila mereka percaya dengan anda, termasuk latar belakang Anda.
Inilah kunci permainan blog di era modern ini. Konten yang sembarangan, tidak lagi memberi manfaat yang kuat, karena persaingan yang ketat diluar sana.
Anda harus tahu, bidang apa yang anda kuasai, dimana perkataan anda diterima banyak pembaca.
Ini akan membangun kepercayaan, salah satu update Algoritma Google (disebut sebagai EEAT SEO) yang benar-benar berpengaruh saat ini.
Ya... Google mengedepankan "Google Medic Update", yang akan terus dikembangka sejak 2018 silam.
Tentukan niche Anda sekarang. Bila sudah menentukannya, kita akan lanjut menentukan CMS yang akan digunakan. Mari teruskan.
Menentukan CMS Yang Digunakan
Sekarang kita berbicara tentang CMS yang akan digunakan untuk ngeblog.
CMS adalah Content Management Systems, yang akan menjadi media inti dari pekerjaan blogging Anda.
Ini perlu dibahas, karena ada banyak sekali CMS yang tersedia diluar sana, dan perlu menentukan satu pilihan terbaik untuk digunakan.
Saya akan sebut 2 CMS yang paling populer saja:
- Blogger
- WordPress
Ring pertarungan selalu diisi oleh 2 CMS itu (meski ada puluhan CMS yang tersedia diluar sana). Kita tidak perlu membuang waktu untuk CMS lain, karena Blogger & Wordpress adalah pilihan yang menurut Saya TEPAT.
Lihatlah statistik pengguna dari 2 CMS populer ini:

Anda bebas memilih manapun yang Anda suka. Tetapi, saya ingin bagikan perbandingannya:
| Detail | Blogger | WordPress |
|---|---|---|
| Media | Gratis | Terbatas |
| Kepemilikan | Penuh | |
| Akses Server/ Hosting | Tidak bisa | Penuh |
| SEO | Terbatas | Kuat |
| Custom | Terbatas | Penuh |
Dari tabel di atas, itu hanya hal-hal inti yang dibutuhkan dalam blogging.
Misalnya media, tempat dimana semua file gambar anda disimpan. Untuk Blogger, bahkan sampai saat ini saya tidak tahu seberapa besar ruang penyimpanan yang disediakan untuk 1 blog. Bahkan blog ini, sudah ada sekitar 200+ gambar tersimpan.
WordPress sendiri, sebenarnya bisa dikatakan 2 cabang: WordPress Hosted, Wordpress Self-Hosted. Maksudnya, WordPress Hosted adalah CMS yang disediakan langsung oleh Wordpress, bahkan untuk servernya juga. Hampir sama dengan blogger, mereka menyediakan CMS-nya, juga menyediakan servernya. Tetapi, Wordpress dalam hal ini sifatnya gratis (terbatas), dan berbayar untuk ruang lebih lega.
Sedangkan Wordpress Self-Hosted, semua ada dalam kendali anda. Server milik Anda. Jadi, ruang penyimpanan disesuaikan dengan budget yang Anda miliki.
Saran saya, bila Anda baru saja memilai di tahun 2026, sebaiknya gunakan yang gratis saja dulu, yaitu BLOGGER.
Bila di masa depan ingin berkembang, atau anda ingin lebih serius, Wordpress Self-Hosted adalah pilihan yang tepat. Persoalan biaya, itu fleksibel. Semua bergantung seberapa besar kebutuhan anda.
Memilih Nama Domain
Domain itu identitas. Jalur pertama pengunjung untuk masuk ke blog Anda. Anda dapat menentukan nama apapun yang Anda inginkan, sebagai pengenal kepada orang banyak.
Jika Anda membuat blog dengan blogger, biasanya akan diberi nama domain: namaanda.blogspot.com. Atau, bila Anda memulai dengan Wordpress Hosted, biasanya: namaanda.wordpress.com.
Anda dapat membuatnya sesuai dengan nama Anda sendiri. Anda dapat membeli domain, sesuai dengan keinginan Anda.
Saran: Sebaiknya gunakan nama domain sesuai dengan Niche Anda. Itulah mengapa, bagian ini dibahas setelah Anda menentukan niche.
Misalnya, katakanlah Anda ingin membuat blog yang membahas tentang Ekonomi, maka mungkin anda memilih nama domain: ekonomiku.com.
Ada banyak sekali dadftar ekstensi domain yang dapat Anda pilih diluar sana. Tetapi, Saya akan menentukan bagian yang populer di tabel ini:
| Domain | Sifat |
|---|---|
| .com | General |
| .id | Lokal |
| .my.id | Personal |
Saya sendiri menjalankan beberapa Blog, dengan ekstensi yang berbeda-beda. Domain yang sekarang Anda lihat ini, adalah .my.id, saya pilih karena harganya yang MURAH, ditambah Saya menggunakan CMS Blogger. Murahnya POOLL...
Karena ini adalah website pribadi, ya tentu saja ingin akif dalam jangka waktu yang panjang (bila perlu seumur hidup), harga yang murah, tidak ada pertimbangan setiap tahun.
Untuk SEO? Susah-sudah gampang. Blogger sangat terbatas untuk customisasi. SEO tidak kuat, tetapi mengoptimalkan bagian-bagian kecil sepertinya membantu.
Jadi, Anda dapat menentukan domain apapun yang diinginkan. Jika Anda sudah memilihnya, ikuti panduan memilih nama domain yang tepat.
Bila Anda menggunakan Blogger, pelajari cara custom domain di blogger. Ada hal teknis yang perlu diatur disana, dan sudah dilengkapi di dalam panduan itu.
Memilih Server/ Hosting
Jika Anda sudah memilih Blogger sebagai CMS, abaikan bagian ini. Namun, bila Anda memulai dengan Wordpress Self-Hosted, ini adalah bagian yang penting untuk dikaji.
Website bisa tampil, karena ada kode dibelakang layar, dan setiap kode disusun dalam file tersendiri. Setiap file itu, akan disimpan diserver (online), untuk dapat diakses pengunjung. Artinya, Anda harus menyewa server untuk dapat diakses online, dan itu disebut sebagai Hosting.
Komentar